Gadis Berjilbab Pilihanku . . .
“ Lho ? kamu yang tadi di restoran itu kan? Yang duduk di kursi nomor 7 ? “ Tanya vino sambil memberikan barang belanjaanya . . .
“Kamu bakal nyesel karena mutusin aku, inget itu vino” teriak devina sambil menyiram segelas jus jeruk ke muka vino, kemudian berlalu, Vino hanya tersenyum kecil sambil mengelap wajahnya dengan tisu,sesekali ia melirik wanita berjilbab di kursi nomor 7 yang sedang lahap menikmati sepiring spageti, vino melambaikan tangan pada seorang pelayan, memberi sejumlah uang, kemudian meluncur dengan BMW barunya, menuju kantor, malam itu ia ada meeting dengan klienya.
Vino mengemudikan mobilnya dengan pelan, Ia merogoh sesuatu dari saku jasnya yang kotor karena jus tadi, “Hallo Sheila, kamu lagi apa?” tanya vino di telpon, “aku lagi mikirin kamu sayang, ehh hunny Aku kangen sama kamu,kapan kita shoping ke mal lagi?” Sheila bertanya dengan manja, vino menjepit BBnya dengan bahu, tanganya sibuk dengan setir mobil, “mulai sekarang aku nggak bisa nemenin kamu lagi shel,kita putus” Jawab vino dengan santai, kemudian ia mematikan BBnya tanpa mennggu komentar dari pacar ke empatnya itu.
Vino memparkirkan mobilnya di sebuah distro yang tidak jauh dari restoran tadi, memasuki distro itu, kemudian memilih sebuah jas untuk ia pakai di acara meeting beberapa menit lagi, “Ini kasirnya ke mana sih? Saya buru-buru nih” teriak vino sambil melihat ke beberapa arah, “maaf pak,tadi saya keasikan maen sama anaknya pelanggan saya,habis dia lucu sih” Ujar seorang gadis berjibab sambil menghampiri meja kasir, “Cuma ini aja pak?” Tanya dia pada vino, vino memperhatikan gadis itu dengan seksama “ Lho ? kamu yang tadi di restoran itu kan? Yang duduk di kursi nomor 7 ? “ Tanya vino sambil memberikan barang belanjaanya, “ko bapak tau ? ” gadis itu bertanya balik “iya, tadi saya juga makan di situ soalnya, kamu kerja di sini ?” Tanya vino sekali lagi “ini usaha mamah saya pak, mamah saya yang jahit semua pakaian ini, di bantu beberapa karyawan “ vino tersenyum “oh kalo gitu saya pesen baju pengantin di sini saja,bisa kan? Boleh minta kartu nama kamu ?” vino mulai menjalankan aksinya untuk mendapatkan nomor telphon wanita itu “oh bisa pak,ini kartu nama saya,kapan bapak mau pesan ? “ Tanya wanita itu sambil memberikan kartu namanya pada vino “nama yang indah Anisa, saya pesan sekarang, Ukuran jas saya samakan saja dengan jas yang saya beli ini,kalo gaun untuk wanitanya sesuai badan kamu saja, kalo udah jadi tolong kamu sendiri yang mengantarnya kerumah saya, oke saya pergi dulu “ anisa hanya bengong mendengar penjelasan vino.