Aku Rela Mati Agar Kamu Tetap Hidup . . .
Ibuya tak berkata apa-apa, kemudian menghentikan langkahnya pada batu nisan yang bertuliskan “VINO PRATAMA BIN PRATAMA”, seketika itu anisa menangis histeris sambil memeluk kuburan suaminya . . .
Tiga bulan berlalu sejak pernikahan vino dengan anisa, mereka berdua duduk di sebuah taman kota, vino mengelus-elus calon buah hati mereka yang masih dalam perut anisa,” sayang, aku ke toilet dulu ya” ujar anisa sambil mencium kening suaminya “aku ikut ya sayang “ tawar vino “kamu di sini aja, kamu jangan nakal ya,janga kemana-mana” balas anisa denagn manja. Beberapa langkah anisa berjalan, “BOUGHHH” sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabrak anisa,tepat di depan vino, itu mobil Devina,bekas pacar vino.
Vino beserta keluarga anisa menunggu di depan pintu kamar VIP,bebrapa jam kemudan dokter keluar “siapa di sini yang bernama vino? Pasien mengigau memanggil-manggil nama vino “ ujar bapak-bapak berjas putih itu “saya pak, saya vino, bagaimana keadaan istri saya pa? “ Tanya vino gugup, “semangatnya untuk bertahan hidup sanga tinggi,tapi istri anda kehabisan banyak darah, selain itu, dia memiliki penyakit jantug yang sangat parah” vino kaget,pandanganya mengarah pada orang tua anisa “dari dulu kami ingin jujur sama de vino soal penyakit anisa, tapi anisa melarang,maafkan kami de vino” ayah anisa mencoba mejelaskan.
Dua bulan berlalu sejak kecelakaan itu, anisa pun mulai sadar dari komanya, anisa membuka mata perlahan,terlihat ibunya sedang memegang tangan anisa “mana vino bu?”, ibunya terdiam sesaat, menangis, kemudian dia berkata “ada di rumah barunya nak,nanti kita kesana setelah kamu sehat betul” .
Satu mingu kemudian anisa mengunjungi rumah vino di temani ibunya “kenapa malah ke makam bu? Katanya mau ke rumah vino yang baru, aku nggak sabar pengen meluk dia, aku kangen sama suaranya bu “, ibuya tak berkata apa-apa, kemudian menghentikan langkahnya pada batu nisan yang bertuliskan “VINO PRATAMA BIN PRATAMA”, seketika itu anisa menangis histeris sambil memeluk kuburan suaminya, “suamimu mendonorkan darah dan jantungnya padamu, dia tidak ingin kamu dan anak dalam kandungangamu meninggal” ujar ibunya.
Entah mengapa, setiap anisa bercermin, ia selalu merasa bahagia, mungkin itu perasaan vino yang bahagia meliahat wujud istrinya, “Suamiku sayang, kalo anak kita laki-laki, aku akan ngasih dia nama vino, seperti nama kamu,pria yang nggak pernah ingkar janji” kata anisa di depan cermin sambl mengelus-elus perutnya.